Berita

October 27, 2023

Evolusi Clash Royale: Pembaruan, Esports, dan Pertumbuhan

Rizki Wahyudi
WriterRizki WahyudiWriter
ResearcherHaruki NakamuraResearcher

Clash Royale, dirilis pada tahun 2016 oleh pengembang Finlandia Supercell, telah menjadi judul revolusioner dalam industri game seluler. Ini menawarkan pengalaman gameplay yang menentukan genre, mudah dimainkan dan sangat kompetitif.

Evolusi Clash Royale: Pembaruan, Esports, dan Pertumbuhan

Bangkitnya Clash Royale

Tidak mengherankan, Clash Royale dengan cepat mendapatkan popularitas, dengan dilaporkan adanya 50 juta pengguna aktif harian pada tahun 2018. Namun, lima tahun kemudian, terdapat kekhawatiran mengenai kondisi game tersebut saat ini.

Keadaan Clash Royale Saat Ini

Meskipun jumlah pasti pemain aktif tidak diketahui publik, laporan menunjukkan bahwa Clash Royale masih memiliki lebih dari satu juta pengguna. Namun, popularitasnya tidak sama seperti pada tahun 2018.

Pembaruan Kontroversial

Salah satu faktor yang mengecewakan basis pemain adalah pembaruan terkini pada game tersebut. 'Update for Losers' pada bulan April 2023 menerima kritik yang signifikan karena membuat game ini lebih bersifat bayar untuk menang dan menghapus fitur dari mode 2v2 yang dicintai. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemain di jalur trofi, namun mungkin berkontribusi terhadap penurunan basis pemain.

Dampak Pembaruan

Meskipun para pemain veteran sangat kritis terhadap pembaruan ini, pembaruan ini mungkin tidak berdampak signifikan terhadap pemain bebas bermain, yang merupakan mayoritas basis pemain.

Adegan Esports

Dunia esports Clash Royale memberikan wawasan tentang kondisi game saat ini. Pada tahun 2018, Final Dunia Liga Clash Royale mencapai puncak penayangan sebanyak 361.849, yang menunjukkan pertumbuhan pesat game ini. Namun, antara tahun 2018 dan 2020, jumlah penontonnya menurun drastis. Penurunan ini disebabkan oleh tertutupnya ekosistem esports waralaba untuk Clash Royale, yang membatasi partisipasi tim.

Kembalinya Ekosistem Terbuka

Untungnya, Supercell memperkenalkan kembali sistem terbuka untuk semua pada tahun 2021, memungkinkan lebih banyak tim untuk berpartisipasi dalam Clash Royale League. Hasilnya, jumlah penonton menunjukkan pertumbuhan selama dua tahun terakhir, dengan edisi 2022 mencapai puncak penayangan sebesar 228.000 dan rata-rata penayangan sebesar 58.000.

Kesimpulan

Meskipun Clash Royale mungkin tidak sepopuler tahun 2018, Clash Royale masih mempertahankan basis pemain yang kuat dan setia. Pembaruan dan perubahan terkini memberikan dampak beragam pada game ini, namun kembalinya ekosistem esports terbuka telah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang menjanjikan. Apakah Clash Royale sekarat atau tidak, itu subjektif, tetapi jelas bahwa game ini terus memiliki pengikut yang berdedikasi.

Baca Juga: Cara mendapatkan Token Perdagangan di Clash Royale

About the author
Rizki Wahyudi
Rizki Wahyudi
About

Dari jalan-jalan ramai Surabaya, Rizki adalah pelopor dalam dunia strategi kasino online, menggabungkan nilai-nilai tradisional Indonesia dengan tren permainan global. Dikenal karena kejelasan dan antusiasmenya, dia adalah beacon bagi banyak pemain Indonesia yang memasuki kasino digital.

Send email
More posts by Rizki Wahyudi
undefined is not available in your country. Please try:

Berita terbaru

Mengenang Chris 鈥淶una鈥 Buechter: Perintis di Dunia Esports
2024-05-23

Mengenang Chris 鈥淶una鈥 Buechter: Perintis di Dunia Esports

Berita